Potret Kehidupan Malam di Kota Kendari

Posted: Agustus 19, 2009 in Uncategorized

Gebyar kehidupan malam, di kafe, diskotek, klub, karaoke, dan tempat-tempat hiburan lain, memang telah menjadi semacam menu sajian hiburan di kota-kota besar, bukan hanya di Jakarta, Bandung, Surabaya dan lain sebagainya, tetapi kehidupan seperti ini juga terjadi di kota Kendari. Di tempat-tempat seperti ini di sajikan beragam menu hiburan yang bisa menarik minat setiap orang. Budaya gebyar malam ini selalu dicari oleh sekelompok orang untuk sekedar sebuah kepuasan pribadi, atau mencoba mencari oase pembebasan dari belenggu aktivitas rutin sehari-hari. Ia telah menjadi semacam magnet untuk menarik siapa saja yang ada di sekelilingnya. Ujung- ujungnya, tak jauh dari seks dan uang.

Secara kasat mata, kita bisa melihat betapa menu hiburan di dunia malam Kendari ini demikian menarik. Namun, yang terjadi selalu saja pemujaan terhadap kepuasan dan kenikmatan hidup yang cenderung mengarah pada kehidupan bebas. Ada panti pijat, lokalisasi terselubung, dan ada pula orderan seks yang bisa dihubungi via telepon, yang sebagian di awali oleh kebebasan hunian seperti kamar kontrakan, di mana pria dan wanita bercampur jadi satu dan ada tempat tongkrongan muda-mudi dan lain sebagainya. Satu contoh di pantai Kendari beacs yang sudah berubah fungsi dari kawasan wisata menjadi kawasan hiburan malam, dimana anak-anak remaja begitu leluasa menikmati kehidupan mereka dengan bercengkerama bebas di pinggir pantai. Keramaian lalu lintas  kendaraan yang lewat sudah tidak di pedulikan lagi.

Memang, setiap harinya menu yang disajikan di tempat-tempat hiburan malam di kota Kendari tidak pernah berubah seperti layaknya di kota-kota besar yang setiap hari berganti. Di tempat-tempat hiburan malam, hanya disajikan berbagai merek minuman keras lengkap dengan pelayan-pelayan cantik yang siap menemani semampu kita. Tapi, sesungguhnya tak satu pun yang mampu memberikan rasa kedalaman dalam diri, karena semua ujungnya adalah uang. Rayuan, kemanjaan yang diperlihatkan perempuan-perempuan cantik di tempat hiburan malam hanyalah bagian dari mekanisme pasar yang digerakkan oleh logika ekonomi.

Dengan kebebasannya, manusia memang bisa saja memperoleh gairah untuk menjalani hidup. Namun, bila semua tabu dan norma telah dilucuti, tentu amat sulit untuk membangkitkan kegairahan dalam menghayati kehidupan. Fakta tentang kehidupan bebas di keremangan Kendari kini kian memprihatinkan, apalagi sebagian orang ternyata lebih suka memanjakan kenikmatan hidup dalam kehidupan malam, ketimbang merefleksikan kehidupan secara mendalam. Mereka lebih suka gaya dari pada makna.

Kebudayaan atau tradisi yang lahir dari kepribadian kita nampaknya telah dikendalikan oleh sebuah gaya hidup yang cenderung hedonis. Norma dan moral agama maupun social dilucuti, dengan satu tujuan: tak ada lagi belenggu dalam hidup. Semuanya terbuka dan bebas. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa kemajuan kota sering kali di ikuti dengan berbagai macam gaya hidup yang cenderung negative, tetapi paling tidak pemerintah kota Kendari bisa mengambil langkah-langkah antisipasi agar kehidupan malam yang mulai memperlihatkan arti sebuah kebebasan tidak mengarah kepada kehidupan malam yang menghancurkan hidup generasi muda, apalagi tayangan-tayangan televise belakangan ini lebih dipahami sebagai hal yang positif sehingga begitu mudah menggiring pemahaman dan asumsi sebagian generasi muda kita tentang arti sebuah kebebasan.. Mungkin sudah saatnya pemerintah membuat satu konsep tentang pengembangan kota yang bisa menjadi symbol atau identitas kehidupan masyarakat kota Kendari yang menjunjung tinggi nilai-nilai budaya lokal.

Komentar
  1. Anak Kendari mengatakan:

    Nampaknya pemerintah kota kendari memang terkesan memberi peluang kepada pelaku bisnis ++ dengan mudahnya pemberian ijin usaha terhadap pelaku bisnis tersebut.tanpa memperhatikan dampak negatif yg akan timbul dari adanya bisnis dunia malam tersebut terhadap generasi penerus di kota kendari.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s