Rencana Detail Tata Ruang Anduonohu

Posted: Oktober 1, 2009 in Uncategorized

Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Perkotaan Bagian Wilayah Kota V Kawasan Anduonohu.

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — iskandar kasim @ 10:57 am Sunting Ini

Suparjo§ Sabri§ Iskandar Kasim§ Syahrir Wahab§

ABSTRAK

Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Perkotaan (RDTRKP) Bagian Wilayah Kota (BWK) V Anduonohu merupakan penjabaran terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Kendari ke dalam rencana pemanfaatan ruang kawasan perkotaan. Pada BWK V ini memiliki fungsi utama sebagai kawasan perkantoran, pendidikan, perdagangan, wisata tambak dan berfungsi sebagai kawasan lindung. Namun sebagian besar Kawasan Anduonuhu ini adalah untuk pengembangan perumahan sebagai Kawasan perluasan kota.

LATAR BELAKANG

Penyusunan Rencana Tata Ruang Kota termasuk dalam penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Perkotaan (RDTRKP) harus dijadikan sebagai rencana pemanfaatan ruang BWK yang disusun untuk penyiapan perwujudan ruang dalam pelaksanaan program-program pembangunan perkotaan. Selain itu, Rencana Detail Tata Ruang Kawasan perkotaan (RDTRKP) juga merupakan rencana yang menetapkan blok-blok peruntukan pada kawasan fungsional perkotaan sebagai penjabaran kegiatan kedalam wujud ruang dengan memperhatikan keterkaitan antar kegiatan dalam kawasan fungsional agar tercipta lingkungan yang harmonis antara kegiatan utama dengan kegiatan penunjang dalam kawasan fungsional tersebut. Produk Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Perkotaan (RDTRKP) BWK V Anduonohu merupakan penjabaran terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Kendari ke dalam rencana pemanfaatan ruang kawasan perkotaan yang memiliki tingkat kedalaman yang lebih rinci baik dari segi penyajian data maupun informasi sebagai masukan yang diperlukan dalam penyusunan rencana ruang kota.

Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Kendari, pada BWK V memiliki fungsi utama sebagai kawasan perkantoran, pendidikan, perdagangan, wisata tambak dan berfungsi sebagai kawasan lindung. Dari fungsi tersebut, maka penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Perkotaan (RDTRKP) di BWK V memiliki peranan yang sangat penting sebagai pedoman operasional agar segala usaha pembangunan atau pemanfaatan ruang yang dilaksanakan pada kawasan tersebut dapat mengikuti pola dan struktur tata ruang yang yang telah digariskan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Kendari

Ada beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Perkotaan (RDTRKP) BWK V Kawasan Anduonohu :

  • Fungsi BWK V Kawasan Anduonohu sebagai pusat pendidikan dan perkantoran, menjadikan tingkat daya tarik pada kawasan tersebut cukup tinggi sehingga intensitas pemanfaatan ruang menjadi besar.
  • Kondisi geografis BWK V Kawasan Anduonohu yang wilayahnya memiliki fungsi utama sebagai kawasan lindung perlu dilakukan pencegahan terhadap pemanfaatan ruang yang keliru.
  • Keberadaan Universitas Haluoleo sebagai pusat pendidikan berdampak terhadap tingkat pemanfaatan ruang disekitarnya, sehingga timbul hunian yang cenderung tidak teratur.
  • Keberadaan Kantor Gubernur di Kawasan Anduonohu sebagai pusat pemerintahan Propinsi Sulawesi Tenggara perlu pengendalian pemanfaatan ruang.

MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud dari penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Perkotaan (RDTRKP) ini adalah :

  1. Menciptakan keseimbangan dan keserasian lingkungan.
  2. Menciptakan keserasian lingkungan permukiman dan kegiatan kota sebagai upaya menciptakan hubungan yang serasi antara manusia dan lingkungannya.
  3. Meningkatkan daya guna dan hasil guna pelayanan sebagai upaya pemanfaatan ruang secara optimal.
  4. Mengarahkan pembangunan kota yang lebih tegas dalam rangka pengendalian, pengawasan pelaksanaan pembangunan fisik untuk masing-masing bagian wilayah kota secara teratur.
  5. Membantu penetapan prioritas pengembangan kota dan memudahkan sebagai landasan penyusunan Rencana Teknik Ruang Kota pada kawasan tertentu untuk dijadikan pedoman bagi tertib pengaturan ruang secara rinci.
  6. Sesuai dengan prioritas dan program pembangunan, maka pada kawasan-kawasan tertentu disusun pula Rencana Teknik Ruang Kota yang mampu dijadikan pedoman bagi tertib pembangunan dan tertib pengaturan ruang secara rinci.

Sedangkan tujuan dari penyusunan laporan adalah untuk menyiapkan bahan pertimbangan dalam penyusunan atau perumusan rencana.

MANFAAT

Manfaat yang paling utama dapat diperoleh melalui penyusunan rencana detail tata ruang wilayah ini adalah untuk mengetahui dan memberikan informasi tentang rencana pemanfaatan ruang BWK V yang disusun untuk penyiapan perwujudan ruang dalam rangka pelaksanaan program-program pembangunan perkotaan.

TINJAUAN PUSTAKA

  1. A. Kebijaksanaan Pembangunan Kota Kendari

Pembangunan Kota Kendari merupakan bagian dari upaya pencapaian tujuan pembangunan nasional yang menyeluruh. Oleh karena itu, harus dilakukan secara berencana, bertahap dan berkesinambungan sesuai dengan kondisi, potensi dan aspirasi masyarakat yang tumbuh dan berkembang serta dapat diarahkan agar saling memperkuat, terkait dan terpadu dengan kebijaksanaan pembangunan Provinsi Sulawesi Tenggara.

  1. B. Strategi Pemanfaatan Ruang Kota Kendari

Sebelum menyusun rencana tata ruang kota sebagai hasil proses perencanaan kota, maka diperlukan suatu strategi yang akan mengarahkan bentuk akhir rencana yang diinginkan. Strategi ini tentunya dilandasi serangkaian pertimbangan tertentu yang dijabarkan sebagai berikut:

  1. Penilaian atas struktur sosio-ekonomi masyarakat kota untuk melihat bentuk-bentuk kelompok kegiatan masyarakat dan orientasinya.
  2. Terjadinya peningkatan fungsi kota dan kebutuhan ruang mengharuskan adanya alternatif ruang bagi kegiatan baru berdasarkan penilaian kegiatan perkotaan.
  3. Pola hubungan (interaksi) dan sirkulasi arus pergerakan harus mampu melayani seluruh masyarakat kota, untuk memenuhi kebutuhan angkutan penumpang (mass transportasi) dan angkutan barang.
  4. Diperlukan adanya pengaturan dan penataan ruang Kota Kendari, yaitu sebagai akibat penyebaran pusat kota.
  5. Faktor keindahan alamiah Kota Kendari sebaiknya dipadukan dengan faktor kegiatan yang ada dan akan dikembangkan, karena Kota Kendari mempunyai karakteristik fisik alamiah yang khas.
  6. Memadukan hasil penilaian atau pertimbangan di atas demi memberi arti dan arah mengatur tata ruang perkotaan.
  1. C. Rencana Struktur Tata Ruang Kota Kendari

Rencana struktur kota pada dasarnya merupakan integrasi dari sistem jaringan jalan dan transportasi serta sistem pusat-pusat kegiatan fungsional perkotaan. Sistem jaringan jalan dan transportasi akan menghubungkan setiap pusat-pusat kegiatan fungsional sekaligus memberi bentuk pada pengembangan fisik kota. Sistem jaringan jalan dan transportasi telah dibuat dengan mempertimbangkan pola lokasi pusat-pusat kegiatan yang telah dirumuskan sebelumnya.

Pembagian struktur tata ruang Kota Kendari pada dasarnya untuk memudahkan pencapaian dan memperoleh pelayanan secara merata.

Tabel 1. Pembagian Bagian Wilayah Kota (BWK) Kota Kendari

BAGIAN WILAYAH KOTA (BWK)

LUAS

Ha

%

BWK  V

4.902,00

16,57

1.    Kecamatan Poasia

4.152,00

84,70

  1. Kelurahan Rahandouna
  2. Kelurahan Anduonohu
  3. Kelurahan Makoau
  4. Kelurahan Kambu

1.000,00

1.037,00

1.113,00

1.000,00

24,08

25,02

26,81

24,08

2.   Kecamatan Baruga

750,00

15,30

Kelurahan Lepo-Lepo

750,00

100,00

Sumber :  Sumber data : TRW Kota Kendari 2000-2010

Adapun fungsi dari BWK V Anduonohu Kota Kendari adalah sebagai pusat pendidikan, pusat kesehatan, pusat perdagangan regional di tunjang dengan pasar grosir. Sementara sekitar pantai Teluk bagian barat dan selatan untuk kegiatan perikanan, pariwisata tambak. Pada bagian Selatannya berfungsi sebagai pusat Pemerintahan Provinsi Sulawesi Tenggara serta pusat Pariwisata berupa kebun raya dan taman Marga Satwa termasuk di dalamnya Kawasan Bumi praja yang di rencanakan untuk pengembangan permukiman berkepadatan rendah atau rumah kebun. Sebagian besar Kawasan Anduonuhu ini adalah untuk pengembangan perumahan sebagai Kawasan perluasan kota. Pada bagian Selatannya lagi untuk penghijauan yang berfungsi lindung meliputi kawasan hutan lindung, kawasan hutan produksi terbatas dan perkebunan, terutama untuk menunjang terwujudnya “Kota Dalam Taman”

LANDASAN TEORI

  1. A. Aspek Fisik

Berdasarkan posisi dalam lingkup Kota Kendari, maka BWK V Kawasan Anduonohu terlatak di bagian timur Kota Kendari dengan luas kawasan sekitar 4900 Ha, dengan batas wilayah mencakup 5 kelurahan.

, dengan batas sebagai berikut:

  • Sebelah Utara berbatasan dengan Teluk Kendari
  • Sebelah Timur berbatasan dengan  Kecamatan Posia
  • Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Moramo
  • Sebelah Barat berbatasan dengan Sungai Wango, Kecamatan Baruga.
Tabel 2.  Luas BWK V Kawasan Anduonohu Kota Kendari
No
Kelurahan

Luas ( Ha )

Persentase ( %)

1.

Rahandauna

1000

20,40

2.

Anduonohu

1037

21,16

3.

Makoau

1113

22,71

4.

Kambu

1000

20,40

5.

Lepo-Lepo

750

15,30

Jumlah

4.900

100

Sumber : RTRW Kota Kendari 2000

B. Aspek Kependudukan

Jumlah penduduk di BWK V Kawasan Anduonohu pada tahun 2001 sebanyak 32.238 jiwa dengan kepadatan penduduk 33 Jiwa per hektar.

Tabel 3. Kepadatan Jumlah Penduduk di BWK V Anduonohu Tahun 2001

No

Kelurahan

Luas (Ha)

Jumlah Penduduk (Jiwa)

Kepadatan Penduduk (Jiwa/Ha)

1

Anduonohu

1.039

5.791

6

2

Kambu

1.000

12.383

12

3

Makoau

1.113

4.073

4

4

Rahandouna

1.000

6.051

6

5

Lepo-Lepo

750

3.940

5

Jumlah

4.900

32.238

33

Sumber : Kantor Kecamatan Poasia dan Kantor Kecamatan Baruga, 2001

  1. C. Aspek Perumahan

Berdasarkan data pada tahun 2001 jumlah unit rumah pada BWK V Kawasan Anduonohu berjumlah 10.272 unit yang terdiri dari lingkungan perumahan yang dibangun oleh penduduk (secara alami) maupun lingkungan perumahan yang dibangun oleh pihak swasta dalam hal ini developer. Untuk lebih dapat dilihat pada tabel 4 ini.

Tabel 4. Jumlah Rumah di Kawasan Anduonohu Tahun 2001

No

Kelurahan

Luas (Ha)

Jumlah Penduduk (Jiwa)

Jumlah Rumah (Unit)

Jumlah Jiwa /

Unit Rumah

1 Anduonohu

1.039

5.791

1.316

5

2 Kambu

1.000

12.383

5.523

2

3 Makoau

1.113

4.073

1.101

4

4 Rahandouna

1.000

6.051

1.544

4

5 Lepo-Lepo

750

3.940

788

5

Jumlah

4.902

32.238

10.272

3

Sumber : Kecamatan Poasia Dalam Angka Tahun 2001

HASIL TEMUAN LAPANGAN

  1. A. Sebaran Lokasi Pendidikan

Secara umum keberadaan sebaran lokasi pendidikan di wilayah BWK V Anduonohu saat ini sudah tidak sesuai, ini terjadi setelah terbitnya Peraturan daerah tentang Pemekaran wilayah kecamatan khususnya yang ada di BWK V Kawasan Anduonohu yang sudah dimekarkan menjadi dua kecamatan yakni Kecamatan Poasia dan kecamatan Kambu melalui Perda yang di tetapkan pada tahun 2008. Dengan adanya pemekaran kecamatan memposisikan wilayah kecamatan Kambu sebagai pusat pendidikan. Berdasarkan data yang di peroleh di lapangan, sedikitnya terdapat ada 4 sekolah dasar, 3 SMP, 1  SPK dan 4 perguruan tinggi dan swasta.

Terpusatnya lokasi pendidikan ini membuat BWK V Kawasan Anduonohu sebagai kawasan pemukiman, kawasan pusat perkantoran dan kawasan pendidikan di kota Kendari sudah tidak sesuai lagi. Sebaran lokasi pendidikan tidak merata, lokasi perkantoran bumi praja atau kawasan 1000 hektar yang di tetapkan pemerintah Sultra pada era pemerintahan Gubernur La Ode Kaimudin telah bercampur dengan pemukiman penduduk. Sehingga pemerintah kota perlu melakukan revisi dan penyesuaian terhadap bagian wilayah kota atau BWK khususnya yang ada di BWK Wilayah Anduonohu.

  1. B. Sebaran Lokasi Pemukiman dan Wisata Tambak

Bagian wilayah kota atau BWK V Kawasan Anduonohu merupakan salah satu kawasan yang di tentukan pemerintah kota sebagai kawasan pengembangan pemukiman, perkantoran, pendidikan dan Wisata Tambak. Namun seiring dengan laju pertumbuhan penduduk memaksa beberapa kawasan pengembangan tersebut bergeser dari peruntukan awalnya. Salah satu contoh lokasi perkantoran di kawasan bumi praja Anduonohu yang di dalamnya sudah berkembang kawasan pemukiman penduduk. Pada sisi selatan dan sisi timur kantor Gubernur sudah berkembang perumahan atau pemukiman penduduk. Sedangkan di kawasan Wisata Tambak bay pass keberadaannya juga tidak sesuai lagi, sebagian kawasan wisata tambak sudah menjadi lokasi pemukiman penduduk dan rumah sakit RSUD Kota Kendari.

Kawasan wisata tambak di Bagian Wilayah Kota (BWK) V Kawasan Anduonohu tidak bisa dipertahankan lagi, sebab dengan penempatan RSUD Kota Kendari di sekitar wisata tambak maka di khawatirkan akan tercemar oleh rumah sakit.

  1. C. Penentuan Lokasi Pasar Anduonohu

Pasar Anduoonu yang terletak di BWK V Kawasan Anduonohu merupakan salah satu pasar alternative penunjang yang cukup banyak di kunjungi masyarakat, apalagi tingkat perkembangan pemukiman penduduk di wilayah BWK V cukup tinggi sehingga sangat memungkinkan lokasi pasar Anduonohu tidak hanya menjadi pasar penunjang tetapi akan menjadi pasar utama. Melihat kondisi yang ada, lokasi pasar Anduonohu kini tidak tepat lagi, karena lokasinya berada cukup dekat dengan bahu jalan sehingga arus lalu lintas khususnya yang berada di jalaur timur dan selatan pasar akan terganggu.

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

  1. A. Analisis Fisik Dasar BWK V Kawasan Anduonohu

BWK V Kawasan Anduonohu yang terbagi kedalam 5 (lima) kelas lereng yaitu 0 – 3 %, 3 – 15 %, 15 – 25  %, 25 – 40 % dan 40 ke atas, dengan ketinggian dari permukaan laut (dpl) antara 0 – 500 Meter dpl. Dari data tersebut dapat dilihat bahwa perbedaan topografi BWK V Kawasan Anduonohu mencerminkan variasi bentuk permukaan, dari yang datar permukaan sampai berbukit, akan memerlukan penanganan berbeda yang harus disesuaikan dengan kondisi topografi dan kemiringan lereng pada masing-masing wilayah.

Lahan yang memiliki kemiringan lereng antara 25 – 40 % keatas merupakan lahan berbukit yang sangat berpotensi untuk terjadinya erosi, sliding, longsor maupun bentuk gerakan permukaan tanah lainnya untuk itu maka perlu mendapatkan perhatian khusus dalam pemanfaatan lahannya, sedangkan untuk lahan datar dalam pemanfaatan ruangnya perlu memperhatikan pola jaringan drainase dan resiko bahaya banjir yang dapat timbul.

Secara umum kondisi topografi pada BWK V Kawasan Anduonohu didominasi oleh tingkat kemiringan lereng antara 0 – 3 % dengan kategori datar yang tersebar hampir seluruh wilayah pada BWK V Kawasan Anduonohu, dengan luas 2.169,3 Ha. Kondisi lahan ini dalam pemanfaatannya secara umum tidak ada faktor pembatas. Lahan dengan kemiringan lereng 8 –15 % dengan kategori landai pada BWK V Kawasan Anduonohu seluas 486,03 Ha yang terdapat pada Kelurahan Anduonohu, Kelurahan Rahandouna, Kelurahan Makoau dan Kelurahan Lepo-Lepo.

Kemiringan lahan 15 – 25 % pada BWK V Kawasan Anduonohu dengan luas 155,85 Ha yang terdapat pada Kelurahan Anduonohu dan lahan dengan tingkat kemiringan lereng 25 – 40 % dan lebih besar dari 40 % terdapat pada Kelurahan Anduonohu dengan luas wilayah 103,90 Ha dan kemiringan lereng lebih dari 40 % terdapat pada Kelurahan Anduonohu dan Kelurahan Rahandouna dengan luas wilayah 599, 7 Ha. Kondisi lahan yang cenderung mudah mengalami erosi, sliding, longsor maupun bentuk gerakan permukaan tanah lainnya menjadi satu perhatian khusus dalam hal pemanfaatan lahan sebagai kawasan terbangun.

  1. B. Analisis Struktur Tata Ruang BWK V Kawasan Anduonohu

Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Kendari, menetapkan 7 (tujuh) Bagian Wilayah Kota  termasuk Bagian Wilayah Kota V Anduonohu dengan pusat BWK di Kantor Gubernur. Pembagian ini bertujuan untuk mengantisipasi perkembangan kota dan menguragi beban pusat kota lama (Kawasan Mandonga) sehingga nantinya pembangunan dapat menyebar merata keseluruh bagian wilayah kota.

Sesuai dengan fungsi dan peranan dari BWK V Kawasan Anduonohu sebagai pusat pendidikan dan pemerintahan, maka Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara telah menunjukan fungsinya dalam bentuk peningkatan intensitas kegiatan di kawasan perencanaan. Peningkatan arus mobilitas orang serta peningkatan pemanfaatan ruang di kawasan perencanaan yang dapat menjadi indikator dalam bekerjanya fungsi dari Kantor Gubernur sebagai penyedia jasa pemerintahan dan sebagai pusat kawasan.

Dari data penggunaan lahan pada BWK V Kawasan Anduonohu dapat di berikan gambaran bahwa 1.616,69 Ha atau 32,9 % dari luas wilayah kawasan perencanaan merupakan lahan terbangun. Lahan yang berfungsi sebagai kawasan terbangun telah dimanfaatkan sebagai perumahan, fasilitas perkantoran, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, fasilitas peribadatan dan fungsi kegiatan lainnya. Dari kajian terhadap pemanfaatan lahan yang ada di kawasan perencanaan, maka dapat dilihat pemanfaatan lahan sebagai lahan terbangun cenderung mengarah ke Kelurahan Anduonohu dan Kelurahan Kambu. Hal ini akibat dari adanya pusat kegiatan pendidikan dan perkantoran pada dua tempat tersebut. Dalam menghitung daya tampung ruang di samping memberikan antisipasi lebih awal terhadap kemampuan pemanfaatan ruangnya.

Dari pendekatan daya tampung ruang dan melihat luas lahan terbangun, maka secara keseluruhan luas lahan yang dapat dikembangkan pada kawasan perencanaan adalah 1.533,9 Ha. Lahan pengembangan ini terdiri dari lahan untuk perumahan serta sarana dan prasarana lingkungan perkotaan. Adapun asumsi 60 persen dari luas lahan pengembangan dipergunakan untuk kegiatan fasilitas lingkungan perkotaan adalah 920 Ha. Dari asumsi tersebut maka daya tampung ruang lingkungan permukiman BWK V Kawasan Anduonohu  adalah 631,9 Ha.

  1. C. Analisis Kependudukan

Dalam proses analisis kependudukan diharapkan akan dapat dipahami karakter dan berbagai kecenderungan yang pada gilirannya nanti akan berdampak terhadap besarnya kebutuhan sarana dan prasarana pelayanan kota. Dari fungsi tersebut maka diperlukan suatu proses analisis kependudukan dengan pertimbangan antara lain :

  1. Memperkirakan perkembangan jumlah penduduk di BWK V Kawasan Anduonohu sampai akhir tahun perencanaan dalam hal ini tahun 2013.
  2. Sebagai bahan perbandingan antara hasil proyeksi terhadap perkiraan daya tampung ruang sehingga dapat diidentifikasikan batas waktu pertumbuhan penduduk.
  3. Memberikan gambaran lebih awal terhadap perkiraan jumlah penduduk BWK V Kawasan Anduonohu sebagai bahan masukan bagi arahan persebaran penduduk untuk mengisi lahan-lahan yang memiliki potensi untuk pengembangan.

Sebagai bahan masukan terhadap penyediaan jenis dan jumlah fasilitas pelayanan sesuai dengan jumlah penduduk. Dalam kaitanya dengan penjelasan tersebut diatas, maka dipergunakan beberapa asumsi antara lain:

  1. Laju pertumbuhan penduduk rata-rata BWK V Kawasan Anduonohu sebesar 4,1 % pertahun (laju pertumbuhan penduduk Kelurahan Anduonohu 6,3 % , Kelurahan Rahanouna 6,1 %, Kelurahan Kambu 1,8 %, Kelurahan Makoau 6,2 %,  dan Kelurahan Lepo-Lepo 0,5 %)
  2. Dalam melakukan proyeksi jumlah penduduk maka batas proyeksi adalah sepuluh tahun dari tahun 2004-2013 sesuai Undang-Undang Nomor 24 Tahun 1992 tentang penataan ruang.
  1. D. Analisis Perekonomian

Berdasarkan data struktur penduduk menurut mata pencaharian pada kawasan perencanaan, bahwa 3.593 jiwa atau 29,2 % penduduk bermata pecaharian sebagai wiraswasta. Hal ini sangat mempengaruhi kondisi perekonomian pada Kawasan Anduonohu yang merupakan bahagian dari wilayah Kota Kendari, sesuai dengan PDRB Kota Kendari di mana sub sektor perdagangan dan jasa menjadi tulang punggung dalam kegiatan ekonomi. Dalam pertumbuhan kegiatan ekonomi yang ada pada BWK V Kawasan Anduonohu akan sangat erat kaitanya dengan kebutuhan ruang sehingga memerlukan perhatian dalam arahan pemanfaatan/penataan ruang kawasan tersebut.

Dari hal tersebut maka penyebaran untuk pemanfaatan ruang bagi kegiatan ekonomi yang tidak sejenis sangat diperlukan untuk memberikan kesempatan pengembangan potensi ekonomi masing-masing sub sektor ekonomi sesuai dengan jenis kegiatan.

KESIMPULAN

Dalam penyusunan Rencana Tata Ruang Kota termasuk dalam penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Perkotaan (RDTRKP) harus dijadikan sebagai rencana pemanfaatan ruang BWK yang disusun untuk penyiapan perwujudan ruang dalam pelaksanaan program-program pembangunan perkotaan. Sesuai dengan fungsi dan peranan dari BWK V Kawasan Anduonohu sebagai pusat pendidikan dan pemerintahan, maka Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara telah menunjukan fungsinya dalam bentuk peningkatan intensitas kegiatan di kawasan perencanaan. Peningkatan arus mobilitas orang serta peningkatan pemanfaatan ruang di kawasan perencanaan yang dapat menjadi indikator dalam bekerjanya fungsi dari Kantor Gubernur sebagai penyedia jasa pemerintahan dan sebagai pusat kawasan.

DAFTAR PUSTAKA

______, Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Perkotaan Bagian Wilayah kota V Anduonohu Kota Kendari: Dinas Tata Kota dan Bangunan Kota Kendari Tahun 2006.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s