Pencemaran Teluk Kendari

Posted: Januari 14, 2011 in Uncategorized

Kawasan pesisir teluk kendari yang ¾ bagian didominasi oleh kawasan pesisir teluk kendari, memiliki potensi pencemaran yang sangat besar. Kondisi ini dipengaruhi oleh bentuk teluk yang semi tertutup yang seluruh aktivitas daratan akan bermuara kearah pantai teluk kendari bagian dalam. Tidak adanya basuhan yang mengarah kearah lautan menjadikan daerah pesisir teluk kendari menyimpan bahan pencemar kedasar sediment pantai.  Sumber pencemaran perairan dapat diidentifikasi dari berbagai sumber diantaranya; industri perikanan, pelabuhan umum, pelabuhan perikanan, limbah hotel dan ruko, limbah rumah sakit, limbah rumah tangga, pertambangan dan berbagai aktivitas lainnya.  Kondisi ini belum termasuk kegiatan diseluruh DAS yang bermuara kearah teluk kendari.

Dari hasil penelitian didapatkan bahwa adanya pencemaran bahan oragnik yang cukup tinggi di Perairan Teluk Kendari dengan status pencemaran di Teluk Kendari tercemar sedang. Pencemaran di teluk Kendari dapat dibagi berdasarkan karakteristik fisik kimia dan biologi.  Kualitas perairan Teluk Kendari akan terus menurun sejalan dengan pertambahan penduduk dan aktivitas pembangunan. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Muhtar Kumkel (2006) didapatkan akumulasi logam berat Merkuri, Cadmium pada sedimen dan kerang Bakau (polymesoda sp) yang dikawasan teluk kendari.  Ada perbedaan kandungan Hg dan Cd pada masing-masing stasiun penelitian baik pada sedimen maupun pada kerang. Rata-rata kandungan Hg pada sedimen dan kerang bakau adalah 0,73 mg/kg dan 0,6174 mg/kg dan kandungan Cd pada sedimen dan kerang bakau adalah  0,0108 mg/kg dan 0,0148 mg/kg.  Ada kesesuaian kandungan Merkuri dan Cadmium antara kerang dan sedimen di masing-masing stasiun.  (Tabel …)

Tabel.4… Hasil penelitian mengenai pencemaran yang terjadi diteluk Kendari

No. Judul Sumber/ 

Penyusun

Substansi  

(Hasil Kajian & Penyebab Dampak)

1. Evaluasi Status pencemaran Teluk Kendari Utama K. Pangeran, 1994 1.      Adanya pencemaran bahan oragnik yang cukup tinggi di Perairan Teluk Kendari dengan status pencemaran di Teluk Kendari tercemar sedang 

2.      Pencemaran di teluk Kendari dapat dibagi dalam empat kelompok berdasarkan karakteristik fisik kimia dan biologi yang dipengaruhi oleh aktivitas disekitar perairan Teluk Kendari. Semakin jauh dari garis pantai dan semakin kearah laut lepas, kualitas perairan ini semakin baik

3.      Kualitas perairan Teluk Kendari akan terus menurun sejalan dengan pertambahan penduduk dan aktivitas pembangunan.

2. Pencemaran Logam Berat 

(Merkuri Dan Cadmium)

Pada Kerang Dan Sedimen

Di Teluk Kendari

 

Mochtar Kumkelo, 2006 (Lembaga Kajian Kesehatan & Advokasi Lingkungan) 1.      Terdapat akumulasi logam berat Merkuri, Cadmium pada sedimen dan kerang Bakau (polymesoda sp). 

2.      Ada perbedaan kandungan Hg dan Cd pada masing-masing stasiun penelitian baik pada sedimen maupun pada kerang. Rata-rata kandungan Hg pada sedimen dan kerang bakau adalah 0,73 mg/kg dan 0,6174 mg/kg dan kandungan Cd pada sedimen dan kerang bakau adalah  0,0108 mg/kg dan 0,0148 mg/kg

3.    Ada kesesuaian kandungan Merkuri dan Cadmium antara kerang dan sedimen di masing-masing stasiun.

 

2.4.2. Abrasi dan sedimentasi

Abrasi adalah proses pelepasan partikel organik dan anorganik yang bersumber dari daratan yang biasanya proses ini karena arus dan gelombang yang menerpa pantai. Proses ini menjadikan daratan kehilangan luasnya dan memberikan sumbangan partikel anorganik (TSS) kebadan air. Pada daerah pesisir kota kendari kondisi ini tidak terlalu terlihat, kecuali paada daerah Kelurahan Talia, Petoana dan Bungkutoko yang karena pengaruh gelombang mengikis kawasan pantai hingga beberapa meter kearah darat. Daerah yang terparah adalah kelurahan Bungkutoko barat yang terletak disisi mulut teluk kendari. Kondisi ini karena arus yang laut yang disebabkan oleh alur pelayaran umum seperti jalur kapal cepat.  Kecepatan kapal yang menggerakkan gelombang dan arus kearah pantai setiap harinya menyebabkan abrasi yang parah dan makin hari makin membesar.

Proses sedimentasi lebih parah terjadi pada sisi barat kawasan pesisir kota kendari.  Kondisi ini dipacu oleh pasokan sumber sedimentasi yang berasal dari DAS Kambu, Angguya dan Wanggu. Semakin parahnya kerusakan pada hulu sungai menjadikan proses abrasi pada daerah hulu, hilir sehingga terjadi pasokan yang tidak terkontrol pada masing-masing DAS ini. Sejak beberapa tahun terakhir telah dilakukan beberapa penelitian mengenai laju sedimentasi dan sumbangan bahan anorganik keteluk Kendari. Hasil kajian tersebut diantaranya pada tahun 2001 total erosi dan total sedimentasi DAS wanggu mencapai 1.166.251,5 m3/tahun (metode MPM) dan 1.909.750 m3/tahun (metode Einstein), DAS Kambu menyumbang sekitar 45.940 m3/tahun (metode MPM) dan 105.940 m3/tahun (metode Einstein) dan DAS Mandonga mencapai 118.090 m3/tahun (metode MPM) dan 286.859 m3/tahun (metode Einstein) (Laporan Analisis Data 2004).

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat beberapa kajian dan penelitian mengenai sedimentasi yang terdapat di Teluk Kendari

Tabel.5.. Hasil penelitian mengenai sedimentasi yang terjadi diteluk Kendari

No. Judul Sumber/ 

Penyusun

Substansi Hasil Kajian 

1. Analisis dampak pedangkalan TK terhadap aktifitas masyarakat dan strategi penanggulangannya Marzuki Iswandi, 2000 1.Tahun 2000 Total sedimentasi mencapai 760.040 m3 (penyebab 75,2 % oleh aktivitas pembangunan, 19.5 % oleh erosi lahan, 5,3 % oleh sampah). 

2.Tahun 2015 Pelabuhan TK kehilangan fungsi sbg pelabuhan (dampak fisik) dan akan menyebabkan kerugian ekonomi sebesar 37,6 M/th.

3.Pertumbuhan penduduk yang tinggi, olehnya itu harus di tekan dari 5,19 % menjadi 2 % ; mempertahankan luas hutan didaerah tangkapan air TK; penggunaan lahan  mengacu pada tataruang

.

2. Study Laju Pendangkalan Teluk Kendari dalam Upaya Pengelolaan Wilayah Pesisir La Harudu, 2002 1.                     Transport  sedimen pada muara sungai Wanggu, Kambu dan Mandonga ke Teluk Kendari sebesar 1.330.281,5 m3/tahun berdasarkan metode MPM dan 2.302.549m3/tahun menurut metode Einstein. Suplay sedimen di muara S. Wanggu sebesar 88,45% (MPM) & 82,97% (Einstein), S. Kambu sebesar 3,46% (MPM) & 4,57% (Einstein) dan S. Mandonga sebesar 8,09% (MPM) & 12,46 % (Einstein) 

2.                     Transport sedimen hasil prediksi berdasarkan curah hujan selama 10 tahun (1992-2000) diperoleh bahwa dari DAS sekitar Teluk Kendari adalah sebesar 1.558.861,43 m3/tahun untuk metode MPM dan 2.721.294 m3/tahun menurut metode Einstein

3.                     Total volume sedimen yang mengendap di Teluk Kendari dalam kurun waktu 34 tahun sebesar 54.025.631 m3.

4.                     Laju pendangkalan Teluk Kendari adalah sebesar 0,207m/tahun.

2.4.3. Penyebab Pendangkalan dan Pencemaran

dari hasil kajian dan penelitian mengenai pendangkalan dan pencemaran Teluk Kendari maka dapat uraikan beberapa penyebab pendangkalan dan pencemaran Teluk Kendari antara lain ;

1.      Pendangkalan Teluk Kendari akibat sedimentasi Sungai Wanggu, Kambu dan Mandonga (penyumbang sedimen terbesar adalah sungai Wanggu > 80%). Hal ini terkait dengan tingginya aktivitas pertanian dan perambahan hutan di bagian hulu DAS Wanggu. Terkait dengan upaya pengelolaan mestinya bagian hulu DAS harus mendapat prioritas dan intensif untuk melakukan upaya-upaya RLKT  berdasarkan kondisi biofisik wilayah dan kondisi sosial ekonomi masyarakat setempat. Kenyataannya bahwa sedimentasi yang terangkut di Teluk Kendari pada muara Sungai Wanggu semakin memperlihatkan laju yang semakin meningkat. Hanya persoalannya diperlukan koordinasi lintas Kabupaten/Kota yang menjadi kewenangan provinsi.

2.      Pemanfaatan lahan yang kurang terkendali akibat perambahan hutan (TAHURA, Nanga-Nanga dan Boro-boro) dan  penambangan bahan galian pasir kuarsa bagian utara Teluk Kendari

3.      Banyak lahan-lahan kosong yang belum dimafaatkan secara maksimal di sekitar kawasan teluk (TAHURA dan Nanga-Nanga)

4.      Area dermaga tradisional yang kurang terawat dan tidak efektif penggunaannya

5.      Kurangnya pemeliharaan ruang terbuka hijau

6.      Kualitas perairan semakin buruk karena sedimentasi, pencemaran limbah rumah tangga dan aktivitas pelabuhan (kapal)

7.      Timbulnya pencemaran akibat aktivitas penduduk kota dan daerah hulu sungai yang bermuara di Teluk Kendari melalui angkutan sedimen yang yang mengendap di muara

8.      Sistem pertanian/pengairan dibagian hulu DAS yang menggunakan pestisida atau obat-obatan lainnya

9.      Aktivitas petambangan yang destruktif seperti pengambilan terumbu karang dan batu pasir untuk fondasi bangunan dan darmaga

10.  Penataan kawasan Teluk Kendari belum tertata menurut tata ruang kota (pembangunan perumahan dan bangunan lainya kurang memperhatikan sempadan sungai dan terkesan tampak kumuh dan tidak tertata)

11.  Manajemen aktivitas pariwisata di kawasan Teluk Kendari kurang terintegrasi dengan baik

12.  Semakin berkurangnya hutan mangrove sebagai penahan material endapan pantai/ sedimentasi, karena adanya alih fungsi rawa mangrove menjadi lahan tambak, pelabuhan, kawasan industri perikanan  dan bangunan perumahan dan pertokoan (Penempatan bangunan yang berlebihan) sehingga mengurangi akses publik ke kawasan tersebut secara bebas dan akan menyebabkan berkurangnya daya resap tanah terhadap air (hujan)

13.  Lembaga yang berwewenang belum memiliki perangkat dan dana yang memadai untuk melakukan pengendalian pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan

14.  Belum adanya kelembagaan masyarakat yang kuat ditingkat masyarakat nelayan/rumput laut/petambak sehingga menyebabkan pemanfaatan sumber daya semaunya tanpa ada kesepakatan menjaga sumberdaya pesisr dan laut

15.  Lemahnya komitmen dan penegakan aturan menjadikan semua orang bebas melakukan aktivitas tanpa ada kesepakatan untuk menjaga sumberdaya alam

16.  Alih fungsi rawa mangrove menjadi lahan tambak mengakibatkan penurunan kualitas ekologi karena hilangnya fungsi penahan material endapan pantai

17.  Produktivitas tambak masih rendah sehingga lahan tambak beralih fungsi menjadi bangunan pemukiman dan pertokoan

18.  Sanitasi lingkungan kota yang belum memadai:

-     Jaringan drainase yang belum baik dan sering terjadinya penyumbatan saluran akibatnya pada musim hujan  air meluap dan menyebabkan banjir

-     Kapasitas penangan sampah yang belum memadai, sehingga masih ada sampah yang dibuang kesungai dan dibakar.

19.  Akibat hilangnya pohon mangrove maka proteksi pantai semakin lemah dan memicu terjadinya aberasi

20.  Aktivitas pertambangan yang desktruktif seperti penambangan/penggalian tanah di gunung di kawasan teluk untuk penimbunan/reklamasi dan  penggalian terumbu karang serta pasir untuk fondasi bangunan dan dermaga, perlu pengawasan dan pelarangan agar tidak semakin parah.

About these ads
Komentar
  1. bustanil mengatakan:

    kalau mau bilang menguntungkan pasti. Tapi lebih banyak merugikan karena limbah2 hasil industri akan mengakibatkan teluk kendari semakin dangkal. Dan proses pengerukkan itu mebutuhkan biaya yang lebih mahal. Kalau menurut saya kalau bisa pembuangan limbah hasil industri itu dimanfaatkan.

  2. riri mengatakan:

    sayang sekali teluk impian kota kendari menjadi rusak akibat kegiatan pembangunan yang tak bertanggung jawab….

  3. swellawind mengatakan:

    saya ingin tahu, apakah terdapat aktivitas tambang yang berpengaruh pada pencemaran di kendari?
    terimakasih

  4. yanti mengatakan:

    apakah benar sumber pencemaran di teluk kendari juga berasal dari aktivitas tambang? tambang apa? terimkasih

    • iskandar kasim mengatakan:

      benar, aktifitas tmbang yg di mksudkan adalah tambang galian (tanah timbunan). sedimennya akan mngalir bersama air hjan melalui aliran sungai yg bermuara di teluk kendari.

  5. Syukur mengatakan:

    Assalamualaikum, Admin bisa berbagi info ttg Teluk Kendari ? Apa Admin bisa share kepada saya kajian ilmiah (penelitian-penelitian) yang admin tuliskan diatas (dokumen2 thesis ataupun laporan yang digunakan) ? Saya kebetulan, sedang lagi penelitian ttg teluk Kendari…

    Terimakasih

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s