Carut Marut Penerimaan Siswa Baru di Kendari

Posted: Agustus 19, 2009 in Uncategorized

Tahun ajaran baru pendidikan di tahun 2009 kini sudah di mulai sejak hari senin tanggal 13 juli lalu. Bagi orang tua yang saat itu anaknya masuk di Sekolah Dasar, SMP dan SMA atau SMK pastilah direpotkan dengan upaya untuk mencari sekolah-sekolah favorit yang dianggap tepat untuk kelanjutan pendidikan anak mereka. Bahkan disaat pendaftaran lalu, para orang tua siswa harus disibukan dengan mencari sejumlah informasi, mulai dari ada tidaknya biaya pendaftaran masuk sampai pada kapan pendaftarannya di mulai. Dan seterusnya.

Untuk masuk disekolah favorit, para orang tua siswa tidak hanya mempersiapkan kebutuhan buku dan pakaian baru, tetapi juga mereka harus menyiapkan sejumlah dana untuk kebutuhan pembayaran uang masuk bila ada, pembayaan uang gedung dan lain sebagainya. Sementara para siswa yang akan masuk di sekolah tujuan mereka, harus bersiap-siap untuk ikut tes masuk akibat ketatnya persaingan dan juga bersiap-siap untuk ditolak karena kehabisan quota dan mencari sekolah cadangan.

Khusus di kota Kendari, beberapa sekolah favorit seperti di SMA 1 Kendari, SMA 4 Kendari, SMK 1, SMP 1 dan beberapa seperti sekolah di kuncup pertiwi, terdapat ratusan orang yang melamar untuk masuk di sekolah tersebut, sementara jumlah siswa yang akan di terima sangat terbatas, kondisi inilah yang membuat beberapa sekolah menentukan criteria atau standar penerimaan siswa baru.

Tingginya minat orang tua siswa dan keterbatasan jumlah siswa yang diterima di sinyalir menjadi pemicu munculnya pungutan liar yang jumlahnya mencapai jutaan rupiah, dengan harapan anak mereka bisa di loloskan. Meski demikian persoalan ini sangat sulit dibuktikan, namun aroma amis yang ditimbulkan dari pungutan ini, hampir tercium dimana-mana.

Saat ini, bau amis dari indikasi pungutan liar saat penerimaan calon siswa baru bukanlah satu-satunya masalah yang disesalkan orang tua siswa, tetapi juga kebijakan pemerintah tentang implementasi pendidikan gratis. Biaya pendidikan yang di gratiskan pemerintah saat ini hanya dalam bentuk uang pendaftaran masuk, sementara biaya-biaya lain seperti uang gedung dan beberapa pembayaran lain, masih tetap di kenakan kepada para orang tua siswa. Tidak heran kantor pegadaian yang ada di kota Kendari pada setiap tahun ajaran baru pendidikan, dipadati antrian warga yang hendak menggadaikan harta benda mereka.

Tidak bisa dipungkiri, program pendidikan gratis yang di canangkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah belakangan ini hanya menjadi isapan jempol belaka. Sebab masyarakat kita tetap saja menyiapkan sejumlah dana untuk anak mereka yang hendak masuk sekolah. Persoalan pungutan liar ini adalah persoalan klasik yang sudah cukup lama terjadi, hanya saja pemerintah kita khususnya Dinas pendidikan nasional justru membiarkan hal itu terjadi. Parahnya lagi pemerintah terkesan tidak serius menjalankan program pendidikan gratis bagi masyarakat ini. Sekarang serba membingungkan, pada saat pesta demokrasi pemilihan kepala Negara maupun kepala daerah, janji-janji untuk pendidikan gratis di umbar habis-habisan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s