MELAWAN KAPITALISME

Posted: Agustus 20, 2009 in Uncategorized

Sudah sedari dulu kapitalisme menjadi pembicaraan yang tidak pernah habis. Kapitalisme adalah sebuah faham yang memperbolehkan seseorang menguasai alat-alat produksi sehingga dengan penguasaannya tersebut, maka berduyun-duyunlah manusia yang lainya menjadi hamba dan budak belian. Sungguhpun mereka tidak sadar  dalam keadaannya ataupun dikemas dalam bentuk yang modern, kapitalisme dan orang-orangnya tetaplah akan menjadi penghisap dan penindas. Sementara yang lain, dengan kesadaran yang sangat sempit, ataupun tidak ada, tetap menikmati penindasan itu demi sedikit uang –dalam hati semua orang, upah sedikit, jauh lebih baik daripada tidak ada uang sama sekali-. Kondisi seperti ini mengakibatkan  sebagian “kita” orang-orang kecil menjadi pesuruh-pesuruh kapitalis untuk ikut pula menindas kaum miskin-miskin yang lain.

Kapitalisme yang sudah menjadi faham umum telah sedemikian pula menyebar keseluruh penjuru bumi. Neoliberalisme yang memecah masyarakat dunia menjadi tiga golongan besar, imperialisme modern, dan globalisasi adalah bentuk-bentuk kapitalisme yang makin menjadi dalam kehidupan dunia saat ini. Kapitalisme sudah ada dimana-mana. Pun sudah ada dalam hati sebagian orang. Serakah, mau menang sendiri dan sebagainya. Dalam setiap pandangan mata dan dalam semua desiran yang ditangkap oleh telinga, kapitalisme sudah menjadi dan menyempurna sedemikian rupa.

Seseorang bekerja seharian penuh dengan upah yang sangat rendah. Seorang dosen dikampus swasta telah bersusah payah dengan pengajaran-pengajaran yang berat, namun adakah diantara mereka yang kesejahteraannya terpenuhi. Bukankah keuntungan telah begitu mutlak hanya dimilki oleh pemilik kampus? Adakah diantara mereka yang berkesempatan mengeyam  kendaraan-kendaraan mewah yang dimiliki pemilik kampus ? tidak ! karena sedemikian mulia derajat pengajar ilmu pengetahuian dalam agama, namun dalam kapitalisme, pengajar mulia itu, tidak lebih dari pekerja-pekerja yang harus menciptakan uang untuk pemilik Kampus. Ada dosen, ada mata kuliah, dan ada mata kuliah, ada pulalah mahasiswa yang akan menyetor SPP.

Banyak Yang benci dan banyak yang salah kaprah

HOS. Tjokroaminoto, penghulu Syarikat Islam mengatakan “ Zondig ( dosa ) itu kapitalisme dan riba !!!” karena Tjokro, telah begitu faham bagaimana kapitalisme merusak dan menghancurkan prinsip ekonomi kerakyatan. Pun penghulu Nasionalis, Soekarno mengumpat serapah kapitalisme dan mengatakan didepan Hakim Siegenbeek van Heukelom ( hakim pengadilan landraad Bandung ) yang mengadilinya dengan tuduhan makar dan pengacau stabilitas ; “menurut saya, zaman kapitalisme seperti sekarang ini tidak boleh tidak akan diubah menjadi zaman baru!!!”. Sebuah zaman baru, sebuah zaman antitesa dari kapitalisme ; Sosialisme !.

Demikianlah betapa besar benci tokoh-tokoh besar Indonesia akan system kapitalisme itu sendiri. Namun ibarat sebuah peperangan yang suci, kadangkala ada pula sebagian orang yang salah mengartikan kapitalisme dan akhirnya melakukan perlawanan yang salah arah dan tujuan. Banyak yang menganggap bahwa kapitalisme itu adalah Barat, dan Barat itulah kapitalisme. Sehingga perlawanan kita terhadap kapitalisme adalah perlawanan kita terhadap barat, sebut saja Amerika, Inggris dan sebagainya. Dan negara-negara selain Barat bukanlah Negara kapitalis. Atau Negara kaya itulah kapitalis dan Negara miskin itu bukanlah kapitalis. Hal ini akan diperburuk lagi jika perang melawan kapitalisme itu disertai pula dengan isu-isu agama dan keyakinan. Yang diluar agama X adalah kapitalis dan jika seagama bukanlah kapitalis !!!. Jika sekeyakinan bukanlah pendosa –pun pendosa akan tetap diampuni- dan jika diluar daripadanaya, adalah pendosa sejati dan amal baiknya tertolak !!! menilai sesuatu dengan memacingkan mata.

Kapitalisme dan Imperialisme

Kapitalisme adalah system pergulatan hidup yang timbul dari cara produksi yang memisahkan kaum pekerja dari alat-alat produksi. Kapitalisme muncul dari corak produksi sedemikian yang mengakibatkan nilai tidak jatuh didalam tangan kaum pekerja melainkan jatuh ditangan majikan. Oleh karenanya pula mengakibatkan akumulasi kapital, konsentrasi kapital, sentralisasi kapital dan industri reserve army ( industrialisasi militer ). Kapitalisme mempunyai arah kepada penaklukan-penaklukan dan penundukan-penundukan bangsa-bangsa. sehingga, imperialisme modern pastilah mewujud dengan sendirinya.

Mengapa imperialisme ? Imperialisme sebaiknya sedari awal difahami bahwa ia adalah faham, imperialisme adalah sebuah pengertian dan isme. Ia bukanlah Negara, bukanlah pemerintah, bukanlah otoritas, dan tidak berbentuk badan apapun juga. Ia adalah suatu nafsu, suatu system menguasai ekonomi bangsa lain. Ini adalah suatu kejadian didalam “kapitalisme” itu sendiri, yang timbul akibat keharusan dan kebutuhan ekonomi suatu Negara. Selama ada ‘Ekonomi bangsa’ atau selama ada ‘ekonomi negeri ‘ selama itupula dunia akan melihat imperialisme akan tetap ada. Ia kita dapatkan dari burung Garuda Roma yang terbang kemana-mana, menaklukkan negeri-negeri sekeliling dan diluar laut tengah. Ia kita dapatkan didalam nafsu bangsa spanyol menduduki negeri Belanda untuk bisa mengalahkan Inggris, ia kita dapatkan didalam kerajaan timur Sriwijaya menaklukkan kerajaan Melayu, mempengaruhi rumah tangga negeri Kamboja atau Campa. Ia kita dapatkan didalam nafsu kerajaan Majapahit menaklukkan dan mempengaruhi semua kepulauan Indonesia, dari Bali hingga Kalimantan, dari Sumatera sampai Maluku. Ia kita dapati dalam nafsu kerajaan Jepang menduduki semenanjung Korea, mempengaruhi negeri Mancuria, dan menguasai pulau-pulau dilautan teduh. Ia kita dapatkan dalam nafsu Gubernur mesir dijaman Kalifah Umar yang mencaplok tanah warganya yang tinggal digubuk reyot, ia kita dapati didalam nafsu kesultanan Gowa makassar untuk menduduki kerajaan Bone, sehingga dengannya Arung Palakka bekerja sama dengan Belanda untuk melepaskan dari kungkungan kesultanan Gowa. Imperialisme dan kapitalisme ada disemua jaman. Imperialisme ada disetiap Negara, daerah atau tempat yang menganut system kapitalisme itu sendiri.

Dan sebagai yang disebutkan tadi, imperialisme bukan hanya sebatas pencaplokan, tetapi juga keinginan untuk mempengaruhi keadaan ekonomi suatu Negara. Tidak mesti dengan senjata, namun dapat pula dengan hanya bermodalkan kepandaian untuk “bersilat lidah” atau cara”halus-halusan saja” atau dengan cara “penetration Pacifique”.dan yang terlebih penting untuk diketahui bahwa kapitalisme dan imperialisme itu ada disetiap Negara atau bangsa yang menganut system ekonomi Negara atau bangsa. Dari Amerika hingga antartika, dari Asia hingga Arabia. Dari orang yang beragama atau tak beragama, selama ia menyetujui kepemilikan pribadi terhadap alat-alat produksi, seperti tanah dan sumber daya alam, mesin-mesin dan sebagainya yang sebenarnya dapat digunakan untuk kemakmuran bersama, maka ia berarti menganut faham yang setuju dengan faham kapitalisme itu sendiri. Perkara Akumulasi (pengumpulan) keuntungan, banyak atau sedikit itu tinggallah perkara waktu.

Pentinglah untuk diketahui bahwa kapitalisme itu bukanlah antinegara karena ia ada justru dalam kepentingan Negara, bukanlah anti agama manapun juga karena ia ada dalam semua agama diatas muka bumi ini, bukanlah anti suku karena ia ada dalam setiap pola sukuisme dan kerajaan walau hanya tinggal bekasnya saja. Ia ada dimana-mana, kecuali ditempat-tempat yang kepemilikan pribadi harus dibatasi untuk kepentingan umum. Ia hanya tak ada didalam Negara yang menganut faham sosialisme. Karena nafsu menguasai sesuatu dibatasi oleh kepentingan orang lain, dan tidak sesederhana saling berbagi hasil saja, memberi, menyumbangkan atau sejenisnya. Lantas dimanakah kepemilikan pribadi itu dibatasi saat ini? Di Arab Saudikah ? di Amerikakah ? di Inggriskah  atau di Vatikankah ? Tidak. Dinegara-negara tersebut kapitalisme adalah pola yang sangat digandrungi. Sehingga gugurlah seharusnya anggapan sebagian orang bahwa melawan kapitalisme itu adalah melawan negara Barat, karena di Arab Saudi system kapitalisme ini juga berlaku, pun diatas tanah kita, di Asia dan di Indonesia, kapitalisme adalah pola yang dianjurkan dan sangat disenangi.

Akhirnya sampailah kita pada perlawanan kepada Kapitalisme yang sesungguhnya. Melawan hama tikus haruslah dengan racun tikus, dan melawan semut haruslah dengan racun semut. Melawan kapitalisme bukan dengan agama, karena ia pula ada dialam setiap agama, melawan kapitalisme bukanlah dengan Negara atau pembentukan Negara berfaham sendiri karena ia ada didalam kepentingan Negara. Melawan kapitalisme sebagai corak ekonomi haruslah dengan corak yang berlawanan dengan sistemnya. Bukan pada agama, Negara, dan sebagainya tetapi pada corak produksi ekonomi yang  berlawanan dengan prinsip kepemilikan sendiri, ialah sosialisme. Ialah dinegara yang gaji presidennya sama dengan gaji buruh dipabrik, yang mana mengakibatkan rakyatnya dapat memperoleh pendidikan dan kesehatan gratis. Cobalah tengok dan lihat bangsa-bangsa didunia. Dimanakah Negara itu ? atau biarlah kusampaikan saja agar tidak terlalu memusingkan : Kuba  dan Venezuela dan beberapa Negara Amerika latin yang mulai mencontoh mereka.

* Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Haluoleo Kendari, Redaktur Kantor berita Swara Kendari (Kendari TV dan Swara Alam), Mantar Sekretaris Perma Unhalu. Ketua DPW Partai Indonesia Tanah Air Kita Sultra.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s