REFLEKSI 64 TAHUN KEMERDEKAAN RI

Posted: Agustus 20, 2009 in Uncategorized

Iskandar Kasim (Redaktur KBSK) Kendari TV-Swara Alam FM

Tanggal 17 agustus tadi pagi, ratusan juta penduduk Indonesia memperingati hari kemerdekaan melalui sebuah upacara bendera. Momentum ini bukan hanya sekedar kegiatan seremoni seperti layaknya peringatan kegiatan lain, tetapi ini merupakan sebuah peristiwa sejarah yang membuat seluruh anak bangsa bisa merasakan kenikmatan hidup di alam kemerdekaan. Meski dirayakan dengan penuh ketakutan atas tindakan teroris, namun anak-anak bangsa masih bisa tersenyum bangga untuk mengenang peristiwa yang paling bersejarah ini.

Perayaan hari kemerdekaan ini merupakan tradisi tahunan yang tidak bisa terlewati, bukan hanya rakyat indonesia yang tinggal di bumi pertiwi, tetapi rakyat indonesia yang tinggal di berbagai penjuru duniapun juga ikut merayakannya. Namun dibalik semua ini, masih terselip satu pertayaan besar yang sukar kita jawab. Enam puluh empat tahun telah berlalu, namun hakikat sebuah kemerdekaan nampaknya hanya sekedar jastifikasi atas keberadaan kita sebagai negara yang berdaulat, tetapi sesungguhnya makna sebuah kemerdekaan sejati masih hanya sekedar mimpi.

Menurut hemat kami, nilai kemerdekaan yang sudah kita peringati selama 64 tahun ini hanyalah kemerdekaan untuk bangsa indonesia, tetapi anak-anak negeri yang hidup di negara Indonesia justru belum bisa menikmati arti sebuah kemerdekaan yang sebenar-benarnya merdeka. Sebab selama 64 tahun berjalan, sebagian besar rakyat indonesia masih di jajah oleh kemiskinan, satu kemiskinan yang di bentuk oleh sifat keserakahan para pemimpinannya, satu kemiskinan yang terbentuk oleh ketidak adilan penguasanya, dan satu kemiskinan yang lahir dari produk kebijakan untuk menjajah rakyatnya sendiri. Lihat para penguasa kita saat ini, ada sebagian tersenyum bangga dengan harta benda melimpah, sementara jauh dipelosok desa, ada ratusan bahkan ribuan saudaranya menjerit, dan bahkan ada juga diantara para penguasa kita yang tidak tau malu, mencuri dan merampas  hak-hak saudara sebangsanya. Lantas apa esensi dari sebuah kemerdekaan ini, apakah banyaknya oknum penguasa korup merupakan satu bentuk kemerdekaan, apakah kemiskinan yang melilit kehidupan sosial masyarakat indonesia adalah sebuah kemerdekaan, ataukah ketakutan dan kepanikan tentang aksi terorisme juga bagian dari kemerdekaan???. Kalau bukan, lantas kapan kemerdekaan ini bisa kita rasakan???

Memang sangat menyedihkan, sejak awal kemerdekaan bangsa indonesia tanggal 17 agustus 1945 lalu, para pemimpin di negeri kita cenderung hanya meghendaki rakyatnya taat dan patuh terhadap apa yang sudah menjadi ketentuan negara, para pemimpin kita hanya bisa menuntut dan menuntut kepada rakyatnya, sementara mereka sendiri dengan mudah dan bebas mempermainkan bahkan meng-injak-injak apa yang sudah menjadi ketentuan negara.

Kini momentum peringatan hari kemerdekaan bangsa indonesia kembali kita peringati. Hari kemerdekaan ini hendaknya tidak hanya menjadi kegiatan seremoni, peringatan hari kemerdekaan bukan hanya sekedar menjadi sarana pertandingan olah raga dan seni atau lomba kebersihan saja, tetapi yang terpenting adalah bagaimana para pemimpin bangsa dan seluruh rakyat indonesia bisa intropeksi diri untuk mengevaluasi apa yang sudah di perbuat selama 64 tahun, sebab kami yakin hanya dengan bentuk intropeksi dan evaluasi diri inilah, semangat nasionalisme dan kebangsaan kita akan semakin kuat.

Selamat ulang tahun kemerdekaan RI

Selamat kepada seluruh rakyat Indonesia, semoga persoalan kemiskinan, ketidak adilan hukum dan munculnya rasa takut akan berakhir seiring dengan semangat nasionalisme dan kebangsaan untuk negara kesatuan indonesia.

SALAM LESTARI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s