”Monitoring Anggaran Lingkungan untuk Sulawesi Tenggara“

Posted: Januari 14, 2011 in Uncategorized

Tingkat kerusakan lingkungan di Indonesia setiap tahunnya menunjukan angka peningkatan yang cukup signifikan, kondisi ini mengakibatkan ketidak seimbangan lingkungan hingga memicu terjadinya bencana seperti tanah lonsong, banjir, kekeringan dan lain sebagainya. Meski demikian, perhatian dan dukungan pemerintah untuk memulihkan kondisi lingkungan belum juga terlihat. Hal ini di buktikan dengan minimnya dukungan penganggaran yang di siapkan pemerintah pada setiap penyusunan anggaran APBN. Dari seluruh jumlah anggaran APBN tahun 2010 sebesar seribu 123 trilyun rupiah, pemerintah hanya mengalokasikan dana perbaikan lingkungan sekitar nol koma 6 persen. Jumlah ini jauh lebih kecil di banding dengan sejumlah Negara lain seperti China dan Vietnam yang mengalokasikan dana perbaikan lingkungan sekitar 5 persen dan 7 persen dari total APBN mereka.

Minimnya dukungan penganggaran ini juga terjadi di tingkat provinsi Sulawesi tenggara. Yayasan Pengembangan Studi Hukum dan Kebijakan YPSHK Sultra mencatat, dari total APBD Sultra tahun 2010 sebesar 1 koma 2 trilyun rupiah lebih, hanya terdapat sekitar 1 persen lebih dana perbaikan lingkungan.

Anggaran lingkungan sebesar 1 persen dari total APBD Sultra di distribusikan ke delapan SKPD di antaranya Dinas Kehutanan dan Badan Lingkungan Hidup.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Sulawesi tenggara mengatakan, minimnya anggaran lingkungan yang di masukan dalam penetapan APBD membuat kinerja Badan Lingkungan Hidup tidak berjalan maksimal.

Problem yang sama juga di rasakan Dinas Kehutanan Sultra. Menurut Kepala Bidang Perencanaan dan Program Dinas Kehutanan Sultra Suhendro Basori, minimnya anggaran lingkungan telah mempengaruhi rutinitas kerja mereka di lapangan. Banyak kegiatan patroli hutan tidak bisa dilaksanakan karena karena porsi dana sangat terbatas.

Selama ini, pendekatan penganggaran yang dilakukan pemerintah Sulawesi tenggara cenderung menggunakan pendekatan Kinerja yang berbasis PAD. Artinya besar kecilnya anggaran yang di kelola SKPD lebih di tentukan oleh realisasi target PAD yang berhasil di capai dalam satu tahun anggaran. Jika salah satu SKPD bisa melampaui target pendapatan yang di tentukan selama satu tahun anggaran, maka porsi anggaran yang di berikan juga lebih besar, sebaliknya jika targetnya tidak tercapai, jumlah anggaran yang diberikan juga lebih kecil.

Pemerintah provinsi Sulawesi tenggara selama ini mungkin tidak menyadari, jika penentuan besar kecilnya anggaran SKPD  seharusnya lebih di titik beratkan pada cakupan dan beban kerja masing-masing SKPD dengan memperhatikan fungsi dan peran masing-masing SKPD yang ada. Tidak semua SKPD harus di bebankan capaian target PAD yang di tentukan. Meskipun demikian, jika di hitung secara keseluruhan, jumlah PAD yang di pungut dari jasa lingkungan jauh lebih besar dari yang di tentukan pemerintah, bahkan mungkin jumlahnya bisa melampaui total anggaran APBD Sultra pada setiap tahunnya.

Eksploitasi atau pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan sering kali di arahkan pada konsep pemanfaatan, artinya, seluruh potensi sumber daya alam yang terkandung di atas dan di dalam perut bumi Sulawesi tenggara, hanya di manfaatkan untuk target jangka pendek, tidak heran sebagian potensi sumber daya alam dan lingkungan yang habis di eksploitasi akan di tinggalkan begitu saja, sementara masyarakat yang bersentuhan lansung dengan potensi sumber daya alam tersebut di paksa menghadapi bencana.

Model atau pendekatan pengelolaan sumber daya alam yang tidak memikirkan keberlansungan hidup masyarakat ini, secara perlahan akan berubah menjadi musibah yang membahayakan keselamatan jiwa manusia. Hal inilah yang terjadi di kabupaten Bombana. Sebelum wilayah Bombana di mekarkan menjadi satu daerah otonom baru, wilayah ini merupakan salah satu lumbung pangan di kabupaten Buton, namun setelah maraknya aktivitas pertambangan yang cenderung merusak lingkungan, posisinya sebagai daerah lumbung pangan menjadi hilang. Berdasarkan data Dinas pendapatan kabupaten Bombana per bulan November tahun 2009 kemarin, realisasi pendapatan dari sector pertambangan hanya mencapai kurang dari satu milyar rupiah, sementara nilai kerusakan lingkungan yang mempengaruhi sector pertanian mencapai lebih dari 10 milyar rupiah.

Minimnya realisasi pendapatan dari sector pertambangan ini juga terjadi di tingkat provinsi Sulawesi tenggara. Berdasarkan data Dinas ESDM Sultra, realisasi penerimaan dari sector pertambangan sepanjang tahun 2009, hanya mencapai 3 koma 5 milyar rupiah.

Ancaman kerusakan lingkungan bagi kehidupan manusia tetap saja terjadi jika pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten kota, tidak memikirkan upaya penyelamatan lingkungan secara komprehensif. Terlebih lagi, munculnya keinginan pemerintah untuk menjadikan Sultra sebagai pusat industry pertambangan nasional. Memang, pemerintah di berikan ke leluasaan untuk mengelola dan memanfaatkan seluruh potensi sumber daya alam yang ada, hanya saja, pemanfaatan potensi sumber daya alam ini tetap memperhitungkan asas manfaat, keberlanjutan dan kondisi keseimbangan alam.

Skarang, laju kerusakan lingkungan akibat pemanfaatan sumber daya alam secara berlebihan, terus mengalami trend peningkatan. Namun bukan berarti kita hanya bisa diam dan menunggu datangnya bencana alam, tetapi paling tidak bisa mengalokasikan anggaran perbaikan lingkungan yang cukup untuk setiap SKPD. Hal ini tentunya menjadi tantangan bagi pemerintah daerah untuk bekerja lebih ekstra guna mendorong terwujudnya komitmen bersama untuk mewujudkan anggaran lingkungan yang representative dalam setiap penyusunan APBD.

SALAM LESTRI

Komentar
  1. android themes mengatakan:

    Thanks instead of attractive the time to argue this, I bear strongly there it and love culture more on this topic. If admissible, as you gain adroitness, would you feeling updating your blog with more information? It is damned helpful as me.

  2. iskandar kasim mengatakan:

    thank you for his comments, I’ll update the text associated with the use of the environment budget.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s