SOLAR SUBSIDI DI SULTRA UNTUNGKAN SIAPA.

Posted: Maret 29, 2012 in Uncategorized

Sudah lebih dari 2 tahun kelangkaan BBM Solar subsidi dirasakan masyarakat Sulawesi tenggara, kondisi ini tidak hanya mengakibatkan antrian panjang kendaraan di seluruh SPBU, tetapi kelangkaan BBM solar ini juga punya efek domino yang luar biasa terhadap kegiatan ekonomi masyarakat. Kendaraan-kendaraan pengangkut barang setiap harinya menghabiskan waktu untuk antri di SPBU, sehingga distribusi barang ke masyarakat jadi terlambat, persoalan lain yang juga muncul akibat kelangkaan BBM solar ini adalah antrian panjang kendaraan yang mengakibatkan terganggungnya lalulintas kendaraan di seluruh ruas jalan protocol sekitar SPBU. Yang menjadi pertanyaan masyarakat adalah, mengapa  setiap hari terjadi antrian kendaraan berbahan bakar solar?? Apakah suplai BBM solar subsidi dari Depot pertamina ke SPBU dalam Kota Kendari tidak sebanding lagi degngan jumlah kendaraan, ataukah jatah BBM solar subsidi ini banyak yang disalah gunakan untuk kepentingan industry yang mulai tumbuh di wilayah Sulawesi tenggara???

Jika mencermati penjelasan kepala wira penjualan depot pertamina Kendari diketahui bahwa, antrian kendaraan berbahan bakar solar terjadi bukan karena kelangkaan BBM Solar, antrian BBM Solar terjadi bukan karena pembatasan jatah BBM ke SPBU, antrian solar terjadi bukan karena tidak berimbangnya suplai dan permintaan, tetapi antrian BBM Solar terjadi karena banyaknya oknum yang menyalagunaan BBM Solar subsidi untuk mendapatkan keuntungan pribadi, mengingat disparitas harga atau selisih harga jual antara solar industry dan solar subsidi lebih dari 100 persen, dimana solar subsidi hanya di jual 4 ribu 500 rupiah perliter sementara harga solar industry mencapai 10 ribu 150 rupiah.

Indikasi penyalagunaan Solar subsidi untuk kebutuhan Industri memang sudah muncul setelah masuknya ratusan perusahaan tambang di wilayah Sultra, karena angka pertumbuhan industry ini cenderung berbanding terbalik dengan tingkat permintaan solar industry. Artinya bahwa, permintaan solar industry sebelum dan setelah masuknya industry tambang tetap saja sama tanpa ada kenaikan signifikan, sebaliknya permintaan solar subsidi justru mengalami peningkatan sekitar 52 persen  dari total rata-rata distribusi. Dari data dapat di katakana bawah BBM Solar subsidi memang banyak yang di salah gunakan untuk kepentingan industry, salah satunya adalah industry pertambangan. Jika ini benar adanya, mengapa pemerintah kita tidak mengambil langkah-langkah antisipasi??? Pemerintah tidak perlu lagi mencari alasan pembenaran dengan bersembunyi di balik argumentasi meningkatnya angka pertumbuhan kendaraan sehingga harus mengusulkan tambahan kuota kepada Pertamina, sebab angka pertumbuhan kendaraan berbahan bakar solar di Sulawesi tenggara, hanya mencapai kisaran angka 12 persen. logikanya, jika pertumbuhan kendaraan berbahan bakar solar 12 persen, maka peningkatan distribusi solar subsidi hanya mencapai kisaran angkar 12 hingga 15 persen saja, tetapi mengapa di tahun 2011 permintaan solar subsidi justru meningkat 52 persen,????

Namun terlepas dari persoalan tersebut, yang pasti bahwa antrian solar sudah berlansung lebih dari 2 tahun. Multi player effek yang timbul akibat kelangkaan BBM Solar ini telah menguras habis energy masyarakat, tinggal political will dari pemerintah untuk benar-benar serius menuntaskan persoalan kelangkaan solar. Sebagai solusi awal yang mungkin bisa di laksanakan pemerintah adalah lebih dulu meng-identifikasi jumlah industry yang menggunakan bahan bakar solar, selanjutnya jumlah ini di kros cek ke depot pertamina apakah benar menggunakan BBM industry?  Sehingga jika di temukan dan sudah pasti akan di temukan ada perusahaan tambang atau industry yang menggunakan solar subsidi maka pemerintah harus berani mengambil tindakan tegas, bila perlu mencabut izin industry atau usaha pertambangan yang sudah diberikan. (KANDAR)

Komentar
  1. Harga Laptop mengatakan:

    saya berharap setelah kenaikan harga BBM pada 1 april ini, tidak ada lagi kelangkaan.
    nice artikel gan…..
    good information…!!!

    • iskandar kasim mengatakan:

      kelangkaan Solar Subsidi di Sultra tetap masih trjadi spanjang pemda tidak punya kemauan utk mengatur dan mngawasi keberadaan perusahaan tambang dan perkebunan yg belakangan ini semakin mnjamur. krena di sinyalir, solar subsidi byk di salah gunakan utk kbutuhan operasional perusahaan pertambangan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s